Senin, Juli 20, 2009

PENGANTAR KESEHATAN KERJA

Pada dasarnya kesehatan kerja merupakan spesialisasai ilmu dari ilmu kesehatan masyarakat sehingga pedoman, pendekatan, dan objeknya pun sama. Pada ilmu kesehatan masyarakat yang menjadi objeknya adalah masyarakat sedangakan dalam kesehatan kerja objeknya adalah masyarakat pekerja dan masyarakat sekitar perusahaan Pendekatan yang digunakan pun tidak berubah yakni pendekatan preventif dan promotif dengan tidak melupakan juga pendekatan kuratif dan rehabillitatif. Dalam pedomannya pun sama yaitu pencegahan atau menghindari terjadinya penyakit akibat kerja maupun kecelakaan kerja, serta upaya peningkatan kesehatan pekerja yang setinggi-tingginya untuk menghasilkan produktifitas yang setinggi-tingginya pula.
Kesehatan kerja tidak hanya dirasa perlu untuk menjaga kesehatan dan keselamatan pekerja tetapi juga menjaga dan melindungi masyarakat sekitar lingkungan perusahaan dari bahaya limbah produksi. Lebih dari itu kesehatan dan keselamatan kerja juga mengupayakan perlindungan kesehatan hasil produksi yang akan digunakan masyarakat luas. Dapat dikatakan bahwa tujuan dari K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) sebagai berikut:
1. Penceghan terjadinya kecelakaan kerja
2. Peningkatan kesehatan kerja
3. Peningkatan gairah kerja
4. Perlindungan bagi masyarakat lingkungan sekitar perusahaan
5. Perlindungan kesehatan terhadap masyarakat luas agar terhindar dari bahaya-bahaya pencemaran yang ditimbulkan oleh produk-produk perusahaan
Adapun tujuan akhir dari kesehatan kerja ini adalah untuk menciptakan tenaga pekerja yang sehat dan produktif.dengan ini diharapkan efektifitas dan efesiensi hasil produksi perusahaan meningkat sehingga keuntungan perusahaan pun meningkat. Namun, disayangka banyak perusahaan yang mengabaikan K3. factor utama yang menyebabkannya adalah perusahaan tidak ingin mengeluarkan biaya yang tinggi untuk K3.
Untuk mencapai tujuan akhir K3 maka diperlukan dukungan dari lingkungan. Lingkungan kerja yang dipra kondisikan dan kondusif inilah yang disebut determinan lingkungan kerja. Determinan kerja meliputi:
1. Baban kerja
Tidak ada pekrjaan yang tidak memiliki beban kerja. Pekerja kuli angkut dipelabuhan misalnya, beban kerjanya ialah mengangkat barang-barang yang berat, disebut juga beben fisik. Lain halnya dengan para pejabat, beban pekerjanya disebut juga baben mental sebab dalam pekerjaannya meraka lebih banyak mengeluarka pikiran dan pertimbangan. Lain lagi halnya dengan pekerja-pekerja sosial yang lebih banyak dituntut berinteraksi dengan orang-orang serta menawarkan jasa-jasa tertentu, maka beban kerjanya pun berbeda dari dua pekerjaan di atas, beban para pekerja sosial disebut juga bebab sosial.
2. Beban tambahan kerja
Merupakan beban yang harus ditanggung oleh pekerja akibat interaksinya dengan lingkungan kerja selain beben kerja yang sudah ditanggngnya, meliputi:
• Factor fisik (suhu dan kelembaban lingkungan kerja, kebisingan, penerangan, dll)
• Factor kimia (debu, fume, uap zat-zat beracun, dll)
• Factor biologis (binatang-binatang pengerat di lingkungna kerja, bakteri, jamur, virus, dll)
• Factor fisiologis (peralatan yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh pekerja)
• Factor psiko-sosial (persaingan yang tidak sehat diantara karyawan, stress, dll)
3. Kapasitas kerja
Merupakan kemampuan terbatas yang dari lahir telah dibawa seseorang yang dapat dikembangkan. Kita dapat mengembangkan kapasitas kerja ini dengan melakukan perbaikan gizi pekerja, mengkondusifkan lingkungan kerja, meningkatka jenjang pendidikannya, menambah pengalaman karyawan,dll. Kapasitas kerja dipengaruhi oleh factor-faktor di luar dirinya antara lain:
• Gizi pekerja
• Genetic
• Lingkungan
• Pendidikan
• Pengalaman
• Jenis kelamin
• Ukuran tubuh


Bagaimana beban kerja dapat mempengaruhi produktifitas kerja???
Seperti kita ketahui bahwa beban kerja dimiliki semua jenis pekerjaan. Beban kerja tidak akan menimbulkan masalah jika sanggup ditanggung oleh pekerja atau beban kerja sesuai dengan keahlian pekerja. Namun, akan menjadi masalah dan mempengaruhi produktifitas (produktifitas erja menurun) kerja manakala beban kerja ini menjadi beban tambahan yang memberatkan dan pada akhirnya berujung stress pada pekerja tersebut, gairah kerja mereka menurun, konsentrasi mereka berkurang, bahkan tidak maksimal dalam melakukan pekerjaannya sebab beban yang ditanggungnya tidak sesuai keahliannya.meski demikian hal ini dapat diantisipasi dengan:
 Menempatkan pekerja pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya
 Memberikan alat-alat bantu untuk mempermudah pekerjaan pekerja
 Pimpinan memberikan motivasi pada pekerjanya
 Memberikan pelatihan pada pekerja yang kurang professional agar bertambah keterampilannya

Bagaimana beban tambahan kerja dapat mempengaruhi produktifitas kerja???
Ada lima beban tambahan kerja seperti yang telah disebutkan di atas yang dapat mempengaruhi produktifitas kerja, bisa meningkatkan produktifitas manakala dkondisikan secara kondusif, dan dapat menurunkan produktifitas manakala menjadi beben pemberat setelah beban kerja yang harus ditanggung pekerja. Misalnya, kebisingan dari alat-alat produksi dapat mengganggu proses komunikasi antar pekerja, membuang banyak energi pekerja karena mesti berteriek-teriak ketika berkomunikasi, merusak alat indra pendengar pekerja jika pekerja terpapar dalam waktu yang berlebih, mengganggu konsentrasi dan lain sebagainya, yang pada akhirnya berakibat pada menurunnya produktifitas kerja. Meski demikian beban tambahan kerja dapat dikurangi bahkan dihiliangkan sesuai lingkungannya kerjanya masing-masing. Misalnya, alat yang menimbulakan kebisingan tadi diberikan alas peredam getaran bunyi atau alat tersebut diisolasi di ruang tertentu ataupun memberikan tutup telinga pada masing-masig pekerja di sana.

Bagaimana kapasitas kerja dapat mempengaruhi produktifitas kerja???
Karena merupakan kemampuan yang berbeda untuk masing-masing individu maka pimpinan perusahaan diharapkan mampu meletakkkan pekerjanya pada pekerjaan yang sesuai dengan kapasitas pekerja. Jika tidak, hal ini dapat menjadi penyebab turunya gairah bekerja, stress, produk yang dihasilkan pekerja tidak maksimal sebab kurangnya kapasitas yang dimilikinya, dll yang berujung pada menurunnya produktifitas kerja. Meski demikian kapasitas kerja dapat ditingkatkan hingga batas tertentu dengan berbagai cara misalnya, dengan melakukan perbaikan gizi pekerja, mengkondusifkan lingkungan kerja, meningkatka jenjang pendidikannya, menambah pengalaman karyawan,dll.
Daftar pustaka:
 Handout Pengantar Dasar-Dasar K3 mata kuliah K3 Program Studi Kesehatan Masyarakat FK Unlam
 Notoatmdjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: penerbit Rineka Cipta.

Madel 12.04.09
Kuliah K3

Label:

diposting oleh Unknown @ Senin, Juli 20, 2009   0 Komentar

LANGKAH PEMBUATAN ALAT PERAGA PROMOSI KESEHATAN

Dalam membuata alat peraga, pertama kali yang harus dilakuakan adalah pengenalan sasaran dan dimana akan kita pasanga alat peraga tersebut. Penelaahan sasaran dapat dilihat dari apakah mereka berkelompok atau tidak, umur sasaran, pendidikan serta pekerjaan sasaran, bahasa yang mereka gunakan, adat istiadat, kebiasaan dilingkungan mereka, minat dan perhatian mereka dan telaah tentang pemahan mereka atas pesan yang akan kita sampaikan ini. Sedangkan untuk mnentukan diamana alat peraga akan dipasang kita bisa meempertimbangakannya untuk ditaruh di dalam keluarga, masyarakat, atau pun instansi.

Syarat alat peraga :
1. Alat peraga harus mudah dibuat, didapat, dan digunakan.
2. Alat peraga harus menarik perhatian sasaran.
3. Mencerminkan budaya, kebiasaan dan kehidupan sasaran.
4. Menggunakan bahasa setempat atau bahasa sederhana yang dapat dimengerti dengan mudah oleh sasaran.
5. Alat peraga harus dapat memenuhi kebutuhan petugas dan masyarakat.
6. Alat peraga harus memperhatikan capaian yang ingin dicapai dari pembuatan alat peraga ini.

Tahap pembuatan alat peraga :
1. tahap persiapan
di dalam tahap persiapan yang harus kita lakuak adalah menelaah sasaran alat peraga, memilih media yang akan kita guanakan, dan mempelajari media yang telah dipakai sebelumnya.
2. tahap perencanaan
harus memperhatikan tujuan yang ingin kita dapat dari pemberian alat peraga pada sasaran yakni :
• mampu membuat sasaran paham dan mengerti serta menambaha pengetahuan mereka.
• Mampu membentuk konsep atau ide baru untuk mereka.
• Mempu membuata mereka meliki pengembangan sikap atau persepsi yang baru.
• Dan lebih baik lagi jika mampu membuat perubahan perilaku atau tindakan mereka.
Selain itu alat peraga yang akan kita buat diaharapkan dapat :
• Membantu mempermudah penjelasan ketika pelatihan atau seminar berlangsung.
• Menarik perhatian sasaran terhadap suatu masalah.
• Mercall kembali ingatan mereka akan permasalahan yang telah ada.
• Serta dapat menerangkan suatu ide atau konsep baru yanga kan kita sampaikan.
3. tahap pembuatan
ketika membuata alat peraga kita lakukan pre-testing dan revisi jika perlu.
Pre-teesting merupakan langkah percobaan alat peraga pada sasaran dengan harapan apakah sasaran mengerti dan paham pada pesan di alat peraga. Jika paham maka alat peraga siap digunakan. Jika tidak maka alat peraga perlu diadakan revisi lagi. Langkah-langkah pre-testing adalah:
• melakukan perencanaan
• memilih pesan pokok yang akan disampaikan pada alat peraga
• memilih simbol yang menarik pada alat peraga
• terkahir adalah memperlihatkannya pada sasaran coba.
4. tahap pelaksanaan
pada tahap ini alat peraga siap untuk dipakai. Pemakaian alat peraga tergantung dari jenis alat peraga itu sendiri.

Label:

diposting oleh Unknown @ Senin, Juli 20, 2009   0 Komentar

GIZI DAN BIOLOGI SEL

Akan muncul pertanyaan, ada apa antara mempelajari gizi dengan biologi sel? Jadi gunanya mempelajari biologi sel dalam mata kuliah dasar-dasar gizi adalah untuk menjawab pertanyaan di bawah ini, yaitu:
1. Dimana sebenarnya zat-zat gizi itu dibentuk oleh sel?
2. lalu zat gizi seperti apa yang dibutuhkan oleh sel itu?

Zat gizi
Makanan setelah dikonsumsi mengalami proses pencernaan di dalam alat pencernaan. Bahan makanan diuraikan menjadi zat gizi yang selanjutnya akan diserap melalui diniding usus dan masuk ke dalam cairan tubuh. Fungsi umum zat gizi ialah:
1. Sebagai sumber energi atau tenaga
2. Menyumbang pertumbuhan badan
3. Memelihara jaringan tubuh, mangganti sel-sel yang rusak
4. Mengatur metabolisme dan mengatur keseimbangan air, mineral, dan asam – basa dalam cairan tubuh
5. Berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap penyakit sebgai antibodi dan antioksidan
Terdapat penggolongan lain bahan makanan berdasarkan fugsi zat gizi, yaitu sebagai berikut:
1. Zat gizi penghasil energi, ialah karbohidrat, lemak, dan protein. Zat gizi ini dahasilkan terutama dari makanan pokok.
2. Zat gizi pembangun sel, terutama diperankan oleh protein. Bahan makanan lauk-pauk digolongkan makanan sebagi sumber zat pembangun.
3. Zat pengatur, termasuk di dalamnya vitamin dan mineral. Buah-buahan dan sayuran digolongkan sebagai sumber zat pengatur ini.
Hingga saat ini telah ditetapan ada 6 zat gizi yang harus dipenuhi setiap harinya, yakni:
1. Karbohirat
2. Lemak
3. Protein
4. Vitamin
5. Mineral
6. Air. Namun, pada air masih terjadi perdebatan diantara pakar gizi. Apakah air tergolong zat gizi atau tidak. Sebab sebagian ahli gizi mengatakan bahwa air dan oksigen itu mudah didapat sehingga tidak perlu memasukkannya ke dalam zat gizi tetapi ada sebagian pakar gizi juga yang mengatakan bahwa air dan oksigen termasuk zat gizi sebab kebutuhan individu akan keduanya sangatlah penting.

Komposisi tubuh merupakan jumlah seluruh dari bagian tubuh.menurut Willet (1990) komposisi tubuh manusia terdiri dari Adiposa (jaringan lemak) dan Lean Body Mass / LBM (massa bebas lamak) seperi otot, tulang, dan cairan ekstraselular.
Menurut J. Broochek komposisi tubuh terdiri dari 15.3% lemak dan 84,7% LBM yang terdiri dari air, protein, dan energi.
Sedangkan menurut WHO komposisi tubuh terdiri atas 5 tingkatan,yaitu:
• Tingkat I Anatomik
• Tinkat II Molekuler
• Tingakat III Seluler
• Tingkat IV Sistem jaringan
• Tingkat V Seluruh tubuh
Namun, pada umumnya lemak adiposa dan LBM lah yang dapat mewakili komposisi tubuh kita sebab menurut Willet kedua hal ini dapat diukur secara antropometri untuk mengetahui keadaan gizi seseorang. Alat ukurnya disebut Skinfold Caliper. Adapun bagian-bagian tubuh yang dianggap mewakili keseluruhan tubuh terhadap penimbunan lemak adalah trisep, bisep, subscapula (belikat), suprailiac (diatas tulang panggul), femur (paha), perut, dan betis.
Skinfold caliper dipakai untuk mengukur komposisi lemak karena:
1. Baik untuk mengukur lemak bawah kulit
2. Pendistribusian lemak bawah kulit sama untuk semua orang
3. Terdapat hubungan antara lemak bawah kulit dengan total lemak tubuh
4. Jumlah dari beberapa pengukuran skinfold dapat dipergunakan untuk memperkirakan total lemak tubuh.
Komposisi tubuh penting dipelajari dan mengetahui cara mengukurnya guna mengidentifikasi kelebihan atau kekurangan zat gizi seseorang.

Hubungan gizi dengan biologi sel sebenarnya adalah hubungan yang saling membutuhkan yakni untuk kehidupan sel ( berdegenerasi dan membelah ) memerlukan zat gizi tetapi sel pun berfungsi untuk memecah zat-zat makanan menjadi zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Setiap sel memiliki organel-organel sel dan setiap organ memiliki lebih dari satu sel yang mempunyai fungsi sama. Sel di organ mata tak bisa berkembang jika dipindahkan ke bagian mata kaki. Namun adakalanya suatu sel mampu tumbuh di tempat yang lain asalkan masih memiliki struktur wadah yang sama. Misalnya kulit dibagian punggung dapat dipindah ke wajah untuk mengganti kulit wajah akibat luka baker.
Semakin banyak sebuah sel memerlukan energi maka akan semakin banyak terdapat mitokondria di dalamnya. Macam-macam organel sel beserta fungsi dan zat-zat makanan yang diperlukannya:
1. Lisosom fungsinya sebagai pengontrol benda-benda asing yang memasuki sel lalu oleh enzim yang dimilikinya mengeluarkan benda asing tersebut dari dalam sel.
2. Mitokondria mempunyai fungsi sebagai penghasil energi dari proses-proses di siklus krebs. Melalui siklus krebs, mitokondria menghasilkan glukosa, asam lemak, dan asam amino. Di mitokondria juga terjadi siklus urea awal sebelum senyawa citrulin keluar menuju sitoplasma. Selain itu di mitokondria juga terjadi sintesis asam amino non esensial (asam amino yang dapat disintesis sendiri oleh tubuh.
3. Sitoplasma. Di dalam sitoplasma banyak terdapat enzim-enzim untuk membantu proses-proses glikolisis (merubah glukosa menjadi asam piruvat), sintesis dan degradasi glikogen , lanjutan siklus urea, dan sintesis protein.
4. Reticulum endoplasma halus fungsinya untuk sintesis membrane dan kolesterol, serta metabolisme obat-obatan.
5. Reticulum endoplasma kasar untuk sintesis protein.
6. Nucleus sendiri berfungsi sebagai penghasil kode-kode genetik.


Dan yang akan dijelaskan di bawah ini merupakan zat-zat gizi yang dibutuhkan organel sel untuk hidup yang disimpannya:
Membran plasma mengandung fospolipid, triasilgliserol, kolesterol, protein, dan vitamin c.
RE memerlukan kalsium untuk hidupnya sehingga RE biasa disebut juga depo kalsium.
Sitoplasma banyak mengandung ion-ion k+, Mg++, Ca++, dan asam amino.
Badan lemak atau lipid droplets hampir terdapat disemua sel mamalia yang berfungsi untuk melarutkan vitamin-vitamin yang hanya larut dalam lemak (vitamin A, D, E, K).

Madel 3.4.09
Dasar-dasar Gizi

Daptar Pustaka:
 Bahan ajar kuliah Dasar-Dasar Gizi program studi kesehatan masyarakat FK Unlam.
 Departemen gizi dan kesehatan masyarakat FKM UI. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. 2007. Jakarta : penerbit Rajawali Pers.

diposting oleh Unknown @ Senin, Juli 20, 2009   0 Komentar

GIZI DAN BIOLOGI SEL



Akan muncul pertanyaan, ada apa antara mempelajari gizi dengan biologi sel? Jadi gunanya mempelajari biologi sel dalam mata kuliah dasar-dasar gizi adalah untuk menjawab pertanyaan di bawah ini, yaitu:
1. Dimana sebenarnya zat-zat gizi itu dibentuk oleh sel?
2. lalu zat gizi seperti apa yang dibutuhkan oleh sel itu?

Zat gizi
Makanan setelah dikonsumsi mengalami proses pencernaan di dalam alat pencernaan. Bahan makanan diuraikan menjadi zat gizi yang selanjutnya akan diserap melalui diniding usus dan masuk ke dalam cairan tubuh. Fungsi umum zat gizi ialah:
1. Sebagai sumber energi atau tenaga
2. Menyumbang pertumbuhan badan
3. Memelihara jaringan tubuh, mangganti sel-sel yang rusak
4. Mengatur metabolisme dan mengatur keseimbangan air, mineral, dan asam – basa dalam cairan tubuh
5. Berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap penyakit sebgai antibodi dan antioksidan
Terdapat penggolongan lain bahan makanan berdasarkan fugsi zat gizi, yaitu sebagai berikut:
1. Zat gizi penghasil energi, ialah karbohidrat, lemak, dan protein. Zat gizi ini dahasilkan terutama dari makanan pokok.
2. Zat gizi pembangun sel, terutama diperankan oleh protein. Bahan makanan lauk-pauk digolongkan makanan sebagi sumber zat pembangun.
3. Zat pengatur, termasuk di dalamnya vitamin dan mineral. Buah-buahan dan sayuran digolongkan sebagai sumber zat pengatur ini.
Hingga saat ini telah ditetapan ada 6 zat gizi yang harus dipenuhi setiap harinya, yakni:
1. Karbohirat
2. Lemak
3. Protein
4. Vitamin
5. Mineral
6. Air. Namun, pada air masih terjadi perdebatan diantara pakar gizi. Apakah air tergolong zat gizi atau tidak. Sebab sebagian ahli gizi mengatakan bahwa air dan oksigen itu mudah didapat sehingga tidak perlu memasukkannya ke dalam zat gizi tetapi ada sebagian pakar gizi juga yang mengatakan bahwa air dan oksigen termasuk zat gizi sebab kebutuhan individu akan keduanya sangatlah penting.

Komposisi tubuh merupakan jumlah seluruh dari bagian tubuh.menurut Willet (1990) komposisi tubuh manusia terdiri dari Adiposa (jaringan lemak) dan Lean Body Mass / LBM (massa bebas lamak) seperi otot, tulang, dan cairan ekstraselular.
Menurut J. Broochek komposisi tubuh terdiri dari 15.3% lemak dan 84,7% LBM yang terdiri dari air, protein, dan energi.
Sedangkan menurut WHO komposisi tubuh terdiri atas 5 tingkatan,yaitu:
• Tingkat I Anatomik
• Tinkat II Molekuler
• Tingakat III Seluler
• Tingkat IV Sistem jaringan
• Tingkat V Seluruh tubuh
Namun, pada umumnya lemak adiposa dan LBM lah yang dapat mewakili komposisi tubuh kita sebab menurut Willet kedua hal ini dapat diukur secara antropometri untuk mengetahui keadaan gizi seseorang. Alat ukurnya disebut Skinfold Caliper. Adapun bagian-bagian tubuh yang dianggap mewakili keseluruhan tubuh terhadap penimbunan lemak adalah trisep, bisep, subscapula (belikat), suprailiac (diatas tulang panggul), femur (paha), perut, dan betis.
Skinfold caliper dipakai untuk mengukur komposisi lemak karena:
1. Baik untuk mengukur lemak bawah kulit
2. Pendistribusian lemak bawah kulit sama untuk semua orang
3. Terdapat hubungan antara lemak bawah kulit dengan total lemak tubuh
4. Jumlah dari beberapa pengukuran skinfold dapat dipergunakan untuk memperkirakan total lemak tubuh.
Komposisi tubuh penting dipelajari dan mengetahui cara mengukurnya guna mengidentifikasi kelebihan atau kekurangan zat gizi seseorang.

Hubungan gizi dengan biologi sel sebenarnya adalah hubungan yang saling membutuhkan yakni untuk kehidupan sel ( berdegenerasi dan membelah ) memerlukan zat gizi tetapi sel pun berfungsi untuk memecah zat-zat makanan menjadi zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Setiap sel memiliki organel-organel sel dan setiap organ memiliki lebih dari satu sel yang mempunyai fungsi sama. Sel di organ mata tak bisa berkembang jika dipindahkan ke bagian mata kaki. Namun adakalanya suatu sel mampu tumbuh di tempat yang lain asalkan masih memiliki struktur wadah yang sama. Misalnya kulit dibagian punggung dapat dipindah ke wajah untuk mengganti kulit wajah akibat luka baker.
Semakin banyak sebuah sel memerlukan energi maka akan semakin banyak terdapat mitokondria di dalamnya. Macam-macam organel sel beserta fungsi dan zat-zat makanan yang diperlukannya:
1. Lisosom fungsinya sebagai pengontrol benda-benda asing yang memasuki sel lalu oleh enzim yang dimilikinya mengeluarkan benda asing tersebut dari dalam sel.
2. Mitokondria mempunyai fungsi sebagai penghasil energi dari proses-proses di siklus krebs. Melalui siklus krebs, mitokondria menghasilkan glukosa, asam lemak, dan asam amino. Di mitokondria juga terjadi siklus urea awal sebelum senyawa citrulin keluar menuju sitoplasma. Selain itu di mitokondria juga terjadi sintesis asam amino non esensial (asam amino yang dapat disintesis sendiri oleh tubuh.
3. Sitoplasma. Di dalam sitoplasma banyak terdapat enzim-enzim untuk membantu proses-proses glikolisis (merubah glukosa menjadi asam piruvat), sintesis dan degradasi glikogen , lanjutan siklus urea, dan sintesis protein.
4. Reticulum endoplasma halus fungsinya untuk sintesis membrane dan kolesterol, serta metabolisme obat-obatan.
5. Reticulum endoplasma kasar untuk sintesis protein.
6. Nucleus sendiri berfungsi sebagai penghasil kode-kode genetik.


Dan yang akan dijelaskan di bawah ini merupakan zat-zat gizi yang dibutuhkan organel sel untuk hidup yang disimpannya:
Membran plasma mengandung fospolipid, triasilgliserol, kolesterol, protein, dan vitamin c.
RE memerlukan kalsium untuk hidupnya sehingga RE biasa disebut juga depo kalsium.
Sitoplasma banyak mengandung ion-ion k+, Mg++, Ca++, dan asam amino.
Badan lemak atau lipid droplets hampir terdapat disemua sel mamalia yang berfungsi untuk melarutkan vitamin-vitamin yang hanya larut dalam lemak (vitamin A, D, E, K).

Madel 3.4.09
Dasar-dasar Gizi

Daptar Pustaka:
 Bahan ajar kuliah Dasar-Dasar Gizi program studi kesehatan masyarakat FK Unlam.
 Departemen gizi dan kesehatan masyarakat FKM UI. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. 2007. Jakarta : penerbit Rajawali Pers.


diposting oleh Unknown @ Senin, Juli 20, 2009   0 Komentar

EKONOMI KESEHATAN... mengapa perlu????

Ekonomi kesehatan adalah disiplin ilmu ekonomi yang diterapkan pada topic-topik kesehatan.

Mengapa ekonomi itu perlu dalam bidang kesehatan?

Kehadiran ekonomi dalam bidang kesehatan diharapkan mampu menjadi sebuah jalan keluar bagi permasalahan-permasalahan kesehatan. Contohnya apa yang akan terjadi pada masyarakat bila harga obat-obatan dinaikkan ? atau biaya perawatan dinaikkan? Permasalahan ini tentunya akan lebih mudah diselesaikan dengan bantuan ilmu ekonomi dimana ada hukum demand dan hukum supply yang akan membantu kita menyelesaikannya.
Di dalam ilmu ekonomi juga dipelajari adanya keteratasan sumber daya yang tersedia disamping kebutuhan manusia yang tak terbatas. Hal ini sangat membantu para pengambil keputusan atau kebijakan dalam bidang kesehatan dalam melaksanakan tugasnya. Contohnya manakah yang lebih tepat? Mendirikan panti jompo atau yayasan kanker? Permasalahan ini tentunya akan mudah diselesaikan dengan memakai hukum dasar ekonomi yakni opportunity cost. Selain itu pengambilan kebijakan untuk mengalokasikan 15% anggaran dana dari APBN untuk sector kesehatan misalnya. Hal ini tentunya tak lepas dari peranan ilmu ekonomi.
Diharapkan dengan adanya bantuan dari ilmu ekonomi pelayanan dan pembiayaan dapat dilaksanakan secara efektif dan effisien.




Opportunity cost dalan ilmu ekonomi

Opportunity cost muncul akibat dari kebutuhan yang tak terbatas dihadapkan pada pemenuha kebutuhan yang terbatas.selain pemilihan ( apa yang harus dilakukan atau tidak dilakukan ), opportunity cost juga berarti pengorbanan. Dengan menyadari keterbatasan ilmu ekonomi yang ada maka dangan memilih sesuatu menggunakan sumberekonomi yang ada membuat kita tidak bisa melakukan sesuatu yang lain dengan sumber yang sudah dipakai. Contohnya dengan mengalokasikan dana hibah puskesmas untuk memperbaiki bangunan puskesmas berarti kita kehilangan kesempatan untuk membeli alat-alat atau media penyuluh bagi pelayanan masyarakat.
Diharapkan dengan adanya opportunity cost maka pemanfaatan secara maksimal dan effisien dapat diterapkan dalam pengambilan kebijakan kesehatan dan pelayanan kesehatan masyarakat. Permasalahan-permasalahn kesehatan tidak bisa diselesaikan oeh para ekonom sebab mereka tidak menguasai bdang kesehatan. Maka daripada itu para ahli kesehatan dengan pengetahuannya agar dapat mengambil kebijakan yang efektif dan effiesien harus mempeljari juga ilmu ekonomi. Dengan mengemukakan alasan-alasan perlunyailmu ekonomi dalam kesehatan di atas bukan bermaksud untuk mengatakan pentingnya okonomi dalam segala hal. Hanya saja banyak permasalahan di luar ekonomi yang akan lebih mudah diselesaikan dengan mengkombinasikan ilmu tersebut dengan ilmu ekonomi.

Madel 3.4.09
Kuliah ekonomi kesehatan

Label:

diposting oleh Unknown @ Senin, Juli 20, 2009   0 Komentar

Rabu, Juli 15, 2009

Dasar-Dasar Administrasi Kebijakan Kesehatan

Amandemen UUD 45 dan TAP No. VII / MPR / 2001 merupakan visi Indonesia untuk bertanggung jawab dalam hal kesehatan warga negaranya, menjaga hak asasi manusia dalam kesehatan, dan menjadikannya sebagai jaminan sosial. Kesahatan merupakan aspek penting dalam kehidupan karena tidak ada kegiatan yang dapat dilaksanakan secara maksimal yang dapat dilakukan oleh orang sakit. Oleh karena itu cerminan negara sejahtera diukur dalam bentuk HDI (Human Development Indeks) atau pembanguna manusia yang mencakup kesehatan, pendidikan, ekonomi. Jika HDI tinggi maka ketiga cakupan tadi akan berada pada tingkat yang tinggi pula.
Yang diukur dalam kesehatan salah satunya adalah usia harapan hidup. Usia harapan hidup berbanding lurus dengan pendidikan dan ekonomi. Maksudnya adalah jika ekonomi dan pendididkan seseorang tinggi maka harapan hidupnya pun akan tinggi pula. Di Kalimantan Selatan sendiri harapan hidup warganya masih kalah dengan provinsi tetangganya yakni Kalimantan Tengah. Menurut perkiraan angka harapan hidup yang rendah ini disebabkan karena masih tingginya angka kematian ibu dan bayi.
Menurut HR. Blum derajat kesehatan seseorang dipengaruhi oleh empat faktor dari yang paling dominant :
1. Perilaku
2. Lingkungan
3. Pelayanan kesehatan
4. Genetic
Perilaku menjadi faktor yang paling mendasar sebab perilaku melekat pada individu dan memiliki kemungkinan untuk menyebarkannya atau ditiru oleh orang lain. Misalnya orang tua yang memiliki perilaku hidup yang tidak sehat akan ditiru oleh anak-anaknya. Meskipun pelayanan yang diberikan pemerintah telah bagus tetapi jika perilaku masyarakat tidak berubah maka derajat kesehatan tetap tidak akan meningkat karena tidak ada kemandirian dari individu atau masyarkat untuk meningkatkan dan menjaga kesehatannya sendiri.

Pemikiran dasar pembangunan kesehatan
Ada empat dasar pemikiran untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan :
 Dasar 1 yakni kemanusiaan
Merupakan pundamen moral perikemanusiaan yang berdasarkan kepada Ketuhanan yang Maha Esa. Maksudnya adalah dalam pembangunan kesehatan kita mampu mementingkan kepentingan nasional dan rakyat banyak. Selain itu bagaimana kita sebagai pemberi layanan kesehatan mampu memanusiakan masyarakat yang kita berikan pelayanan.
 Dasar 2 yakni pemberdayaan dan kemandirian
Dalam prakteknya sebagai pelayan kesehatan kita mampu meningkatkan kesadaran individu dan masyarakat agar mau dan mampu melakukan pencegahan kesakitan dan mampu meningkatkan kesehatannya sendiri maupun masyarakatnya. Sehingga mereka secara mandiri mampu menjadi kader kesehatan bagi diri sendiri, keluarga, kelompok, dan masyarakatnya.
 Dasar 3 yakni memberikan pelayanan kesehatan secara adil dan merata
Merupakan tanggung jawab negara untuk memelihara kesehatan warga negaranya dengan memberikan pelayanan kesehatan secara adil dan merata. Perluasan layanan kesehatan teramasuk dalam program ini selain pengobatan gratis di setiap puskesmas di Indonesia. Hanya saja apakah pengobatan gratis untuk segenap warga negara ini dapat dikatakan adil? Tidak. Sebab masyarakat yang mampu pun turut menikmatinya sehingga masyarakat yang benar-benar miskin yang seharusnya mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih akan berbagi biaya kesehatan dari pemerintah dengan warga yang mampu ekonominya.
 Dasar 4 yakni pengutamaan dan manfaat
Merupakan pelayanan kesehatan bermutu dengan mengutamakan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan, dan pencegahan penyakit dengan berdaya guna dan berhasil guna.


Visi, misi, dan strategi pembangunan kesehatan
Visi merupakan sebuah cita-cita atau sebuah acuan apa yang mau kita lakukan di masa yang akan datang atau bisa juga dikatakan sebuah pedoman yang mampu mengarahkan kita di masa yang akan datang. Visi kesehatan Indonesia adalah Indonesia sehat 2010. visi ini diiringi paradigma sehat Indonesia yang beroreantasi pada masyarkat sehat yakni mengupayakan bagimana mencegah, meningkatkan, dan memelihara keadaan sehat masyarakat. Pencapaian yang diharapkan adalah penduduk hidup dalam lingkungan dan berperilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan bermutu, adil, merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Misi pembanguna Indonesia sehat 2010 ada empat yakni :
1. Menggagas pembangunan nasional berwawasan kesehatan. Maksudnya adalah disetiap pembangunan kota atau wilayah harus selalu memperhatikan aspek kesehatan. Misalnya pembanguna perumahan maka yang harus diperhatikan adalah pentilasinya, lingkungan, dan sumber air bersihnya, jangan sampai masing-masing rumah menjadi pencemar air minum tetangganya. Misalnya lagi pembangunan gedung bioskop disekitar perumahan penduduk maka harus memperhatikan limbah bioskop agar tidak mencemari sumber air warga.
2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Maksudnya disini bahwa pelayanan kesehatan yang ada tidak hanya memberikan pengetahuan bagaimana cara hidup sehat dan mencegah datangnya penyakit tetapi mampu menggerakkan masyarakat agar sadar dan kemudian mampu menjaga serta memelihara kesehatannya sendiri ataupun menjadi kader kesehatan bagi kelompok dan masyarakatnya.
3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan bermutu, merata, dan terjangkau.
 Bermutu maksudnya pelayanan kesehatan terus meningkatkan diri agar sesuai dengan kwalitas dan standar baku yang ada.
 Merata memiliki arti bahwa pelayanan kesehatan harus dapat dicapai atau dirasakan oleh semua masyarakat.
 Terjangkau berarti pelayanan kesehatan harus dapat dijangkau oleh ekonomi masyarakat.
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga, masyarakat, serta lingkungannya. Maksudya bahwa pemeliharaan kesehatan masyarakat ditekankan pada sikap proaktif yakni meningkatkan usaha-usaha pencegahan sehingga pemeliharaan serta derajat kesehatan semua masyarakat meningkat, sehingga mereka lebih mandiri, dan mampu menjaga lingkungan sekitar mereka dari semua vector penyebab penyakit. Tidak seperti dahulu bahwa pelayanan kesehatan lebih diarahkan pada pengobatan atau bersifat reaktif.

Strategi merupakan cara-cara yang ditempuh agar tujuan kita tercapai. Adapun strategi pembanguna kesehatan :
1. Pembangunan nasional berwawasan kesehatan
2. Profesionalisme. Ada beberapa persyaratan seseorang dapat dikatakan professional yaitu merupakan tenaga kesehatn dengan pendidikan minimal D3, memiliki kelompok atau rumpun organisasi yang jelas, dan melakukan pelayanan kesehatan tanpa pandang bulu.
3. Jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat. Hal ini berhubungan dengan pembiayaan kesehatan.
4. Desentralisasi merupakan permasalahan kesehatan yang ditangani secara otonom.
Dalam beberapa hal desentralisasi memiliki kelebihan dibanding dekonsentrasi, yakni daerah dapat lebih mengetahui pelayanan kesehatan apa yang cocok diberikan pada daerahnya sehingga menghemat biaya kesehatan dan juga mengefisiensikan pelayana kesehatan pada masalah-masalah kesehatan yang dibutuhkan masyarakat daerahnya. Namun, kelemahan desentralisasi adalah masalah kesehatan lintas sector maupun lintas daerah sulit diberantas.


Pokok program Indonesia sehat 2010


Perilaku hidup sehat dan pemberdayaan masyarakat dapat dicapai dengan cara mamandirikan masyarakat untuk mengupayakan lingkungan yang sehat serta mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan, masyarakat mampu memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada, dan tenaga kesehatan pun mampu merespon aspirasi kesehatan masyarakat.
Selain itu pemerintah Indonesia pun turut memprogramkan kesehatan unggulan yakni :

• Kebijakan kesehatan, pembiayaan kesehatan, dan hukum kesehatan.
• Perbaikan gizi.
• Program pemberantasan penyakit menular dan imunisasi
• Perilaku hidup sehat dan kesehatan mental
• Lingkungan pemukiman, air, dan udara sehat
• Kesehatan keluarga, kesehatan reproduksi, dan program keluarga berencana
• Keselamatan dan kesehatan kerja
• Anti tembakau, alcohol, dan madat
• Pengawasan obat, bahan berbahaya, dan pengawasan makanan dan minuman
• Pencegahan kecelakaan dan keselamatan lalu lintas

Program lingkungan sehat
• Wilayah atau kawasan sehat
• Kesehatan dan keselamatan kerja.
Lingkungan yang dimaksud tidak hanya lingkungan tempat tinggal tapi pemerintah juga telah memperhatikan kesehatan lingkungan kerja. Melihat tingginya angka kecelakaan ataupun kematian akibat kerja menjadi dasar mengapa lingkungan kerja juga harus dijaga kesehatannya. Selaian menjadikannya program kesehatan pemerintah juga telah memberikan sanksi yang jelas pada peruasahaan yang melakukan pelanggaran pada kasus ini.
• Higien dan sanitasi tempat umum.
Mengingat tempat umum merupakan wadah berkumpul orang banyak sehingga tidak salah jika kesehatannya harus terjaga sebab penularan penyakit sering terjadi ditempat-tempat umum.

• Pemukiman, perumahan, dan bangunan sehat.
Ketiga hal ini harus diperhatikan kesehatannya sebab merupakan tempat tingal manusia, dimana manusia paling banyak menghabiskan waktunya di rumah sehingga kesehatan rumah dan lingkungan harus diperhatiakan agar tidak memberikan damapak penyakit pada manusia ataupun makhluk hidup laiannya.
• Penyehatan air
Mengingat air merupakan materi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia maka kebersihan dan kesehatannya harus benar-benar dijaga agar tidak menimbulkan penyakit atau mengganggu kesehatan manusia.

Program upaya kesehatan
• Program pemberantasan penyakit menular dan imunisasi.
• Pencegahan penyakit tidak menular
• Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Bisa melalui pelayanan kesehatan dasar maupun pelayanan kesehatatan rujukan.
• Pelayanan kesehatan penunjang
• Pembinaan dan pengembangan pengobatan tradisional. Seperti tanaman toga keluarga, desa, kecmatan, kabupaten, dan provinsi.
• Kesehatan reproduksi
• Perbaikan gizi
• Kesehatan mata
• Pengembangan survailans epidemiologi
• Penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan



Program obat, makanan, bahan berbahaya
• Pengamanan bahaya penyalahgunaan dan kesalahgunaan obat, NAPZA, dan bahan-bahan berbahaya lainnya
• Pengamanan dan pengawasan makanan.
• Pengawasan obat dan obat tradisional
• Penggunaan obat tradisional
• Obat esensial
• Pembinaan dan pengembangan obat asli Indonesia
• Pembinaan dan pengembangan industri farmasi

Program sumber daya kesehatan
• Perncanaan, pendayagunaan, serta pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan
• Pengembangan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarkat
• Pengembangan sarana dan perbekalan kesehatan

Upaya kesehatan
Upaya kesehatan diarahkan pada masyarakat retan seperti ibu, bayi, dan anak, masyarakat miskin, masyarakat di daerah konflik, di daerah perbatasan dan di daerah terpencil. Tujuan akhir dari ipaya kesehatan ini adalah menurunnya angaka kamatian bayi, angka kematian ibu, dan angka kematian ibu dan bayi.
Upaya kesehatan terbagi menjadi dua :
1. Upaya kesehatan perorangan meliputi :
• Promosi kesehatan
• Pengobatan rawat jalan
• Pengobatan rawat inap
• Pembatasan dan pemulihan kecacatan yang ditujukan pada perorangan
• Pengobatan tradisional dan alternative
• Pelayanan kebugaran fisik dan kosmetik
2. Upaya kesehatan masyarakat meliput :
• Promosi kesehatan
• Pemeliharaan kesehatan
• Pemberantasan penyakit menular
• Penyehatan lingkungan dan penyediyaan sanitasi dasar
• Perbaikan gizi masyarakat
• Pengamanan sedianya farmasi dan alat-alat kesehatan
• Pengamanan penggunaan zat aditif dalam makanan dan minuman
• Pengamanan narkotika, psikotropika, zat aditif, dan bahanbahan berbahaya laiannya
• Penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan

Kesemua program di atas dilaksanakan dengan misi dan strategi yang telah ditetapkan untuk mencapai visi. Program ini kan jalan dengan bantuan sebuah manajemen yakni manajemen kesehatan. Manajemen kesehatan di Indonesia diatur dalam sistem kesehatan nasional (SKN), meliputi sub system pelayanan kesehatan dan sub sistempembiayaan kesehatan.

Madelina Ariani. 23.04.09
Dasar-Dasar Administrasi Kesehatan.

Label:

diposting oleh Unknown @ Rabu, Juli 15, 2009   1 Komentar

Dasar-Dasar Administrasi Kebijakan Kesehatan

Amandemen UUD 45 dan TAP No. VII / MPR / 2001 merupakan visi Indonesia untuk bertanggung jawab dalam hal kesehatan warga negaranya, menjaga hak asasi manusia dalam kesehatan, dan menjadikannya sebagai jaminan sosial. Kesahatan merupakan aspek penting dalam kehidupan karena tidak ada kegiatan yang dapat dilaksanakan secara maksimal yang dapat dilakukan oleh orang sakit. Oleh karena itu cerminan negara sejahtera diukur dalam bentuk HDI (Human Development Indeks) atau pembanguna manusia yang mencakup kesehatan, pendidikan, ekonomi. Jika HDI tinggi maka ketiga cakupan tadi akan berada pada tingkat yang tinggi pula.

Yang diukur dalam kesehatan salah satunya adalah usia harapan hidup. Usia harapan hidup berbanding lurus dengan pendidikan dan ekonomi. Maksudnya adalah jika ekonomi dan pendididkan seseorang tinggi maka harapan hidupnya pun akan tinggi pula. Di Kalimantan Selatan sendiri harapan hidup warganya masih kalah dengan provinsi tetangganya yakni Kalimantan Tengah. Menurut perkiraan angka harapan hidup yang rendah ini disebabkan karena masih tingginya angka kematian ibu dan bayi.

Menurut HR. Blum derajat kesehatan seseorang dipengaruhi oleh empat faktor dari yang paling dominant :

  1. Perilaku
  2. Lingkungan
  3. Pelayanan kesehatan
  4. Genetic

Perilaku menjadi faktor yang paling mendasar sebab perilaku melekat pada individu dan memiliki kemungkinan untuk menyebarkannya atau ditiru oleh orang lain. Misalnya orang tua yang memiliki perilaku hidup yang tidak sehat akan ditiru oleh anak-anaknya. Meskipun pelayanan yang diberikan pemerintah telah bagus tetapi jika perilaku masyarakat tidak berubah maka derajat kesehatan tetap tidak akan meningkat karena tidak ada kemandirian dari individu atau masyarkat untuk meningkatkan dan menjaga kesehatannya sendiri.

Pemikiran dasar pembangunan kesehatan

Ada empat dasar pemikiran untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan :

  • Dasar 1 yakni kemanusiaan

Merupakan pundamen moral perikemanusiaan yang berdasarkan kepada Ketuhanan yang Maha Esa. Maksudnya adalah dalam pembangunan kesehatan kita mampu mementingkan kepentingan nasional dan rakyat banyak. Selain itu bagaimana kita sebagai pemberi layanan kesehatan mampu memanusiakan masyarakat yang kita berikan pelayanan.

  • Dasar 2 yakni pemberdayaan dan kemandirian

Dalam prakteknya sebagai pelayan kesehatan kita mampu meningkatkan kesadaran individu dan masyarakat agar mau dan mampu melakukan pencegahan kesakitan dan mampu meningkatkan kesehatannya sendiri maupun masyarakatnya. Sehingga mereka secara mandiri mampu menjadi kader kesehatan bagi diri sendiri, keluarga, kelompok, dan masyarakatnya.

  • Dasar 3 yakni memberikan pelayanan kesehatan secara adil dan merata

Merupakan tanggung jawab negara untuk memelihara kesehatan warga negaranya dengan memberikan pelayanan kesehatan secara adil dan merata. Perluasan layanan kesehatan teramasuk dalam program ini selain pengobatan gratis di setiap puskesmas di Indonesia. Hanya saja apakah pengobatan gratis untuk segenap warga negara ini dapat dikatakan adil? Tidak. Sebab masyarakat yang mampu pun turut menikmatinya sehingga masyarakat yang benar-benar miskin yang seharusnya mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih akan berbagi biaya kesehatan dari pemerintah dengan warga yang mampu ekonominya.

  • Dasar 4 yakni pengutamaan dan manfaat

Merupakan pelayanan kesehatan bermutu dengan mengutamakan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan, dan pencegahan penyakit dengan berdaya guna dan berhasil guna.

Visi, misi, dan strategi pembangunan kesehatan

Visi merupakan sebuah cita-cita atau sebuah acuan apa yang mau kita lakukan di masa yang akan datang atau bisa juga dikatakan sebuah pedoman yang mampu mengarahkan kita di masa yang akan datang. Visi kesehatan Indonesia adalah Indonesia sehat 2010. visi ini diiringi paradigma sehat Indonesia yang beroreantasi pada masyarkat sehat yakni mengupayakan bagimana mencegah, meningkatkan, dan memelihara keadaan sehat masyarakat. Pencapaian yang diharapkan adalah penduduk hidup dalam lingkungan dan berperilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan bermutu, adil, merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Misi pembanguna Indonesia sehat 2010 ada empat yakni :

  1. Menggagas pembangunan nasional berwawasan kesehatan. Maksudnya adalah disetiap pembangunan kota atau wilayah harus selalu memperhatikan aspek kesehatan. Misalnya pembanguna perumahan maka yang harus diperhatikan adalah pentilasinya, lingkungan, dan sumber air bersihnya, jangan sampai masing-masing rumah menjadi pencemar air minum tetangganya. Misalnya lagi pembangunan gedung bioskop disekitar perumahan penduduk maka harus memperhatikan limbah bioskop agar tidak mencemari sumber air warga.
  2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. Maksudnya disini bahwa pelayanan kesehatan yang ada tidak hanya memberikan pengetahuan bagaimana cara hidup sehat dan mencegah datangnya penyakit tetapi mampu menggerakkan masyarakat agar sadar dan kemudian mampu menjaga serta memelihara kesehatannya sendiri ataupun menjadi kader kesehatan bagi kelompok dan masyarakatnya.
  3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan bermutu, merata, dan terjangkau.
    • Bermutu maksudnya pelayanan kesehatan terus meningkatkan diri agar sesuai dengan kwalitas dan standar baku yang ada.
    • Merata memiliki arti bahwa pelayanan kesehatan harus dapat dicapai atau dirasakan oleh semua masyarakat.
    • Terjangkau berarti pelayanan kesehatan harus dapat dijangkau oleh ekonomi masyarakat.
  4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga, masyarakat, serta lingkungannya. Maksudya bahwa pemeliharaan kesehatan masyarakat ditekankan pada sikap proaktif yakni meningkatkan usaha-usaha pencegahan sehingga pemeliharaan serta derajat kesehatan semua masyarakat meningkat, sehingga mereka lebih mandiri, dan mampu menjaga lingkungan sekitar mereka dari semua vector penyebab penyakit. Tidak seperti dahulu bahwa pelayanan kesehatan lebih diarahkan pada pengobatan atau bersifat reaktif.

Strategi merupakan cara-cara yang ditempuh agar tujuan kita tercapai. Adapun strategi pembanguna kesehatan :

  1. Pembangunan nasional berwawasan kesehatan
  2. Profesionalisme. Ada beberapa persyaratan seseorang dapat dikatakan professional yaitu merupakan tenaga kesehatn dengan pendidikan minimal D3, memiliki kelompok atau rumpun organisasi yang jelas, dan melakukan pelayanan kesehatan tanpa pandang bulu.
  3. Jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat. Hal ini berhubungan dengan pembiayaan kesehatan.
  4. Desentralisasi merupakan permasalahan kesehatan yang ditangani secara otonom.

Dalam beberapa hal desentralisasi memiliki kelebihan dibanding dekonsentrasi, yakni daerah dapat lebih mengetahui pelayanan kesehatan apa yang cocok diberikan pada daerahnya sehingga menghemat biaya kesehatan dan juga mengefisiensikan pelayana kesehatan pada masalah-masalah kesehatan yang dibutuhkan masyarakat daerahnya. Namun, kelemahan desentralisasi adalah masalah kesehatan lintas sector maupun lintas daerah sulit diberantas.

Pokok program Indonesia sehat 2010

Perilaku hidup sehat dan pemberdayaan masyarakat dapat dicapai dengan cara mamandirikan masyarakat untuk mengupayakan lingkungan yang sehat serta mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan, masyarakat mampu memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada, dan tenaga kesehatan pun mampu merespon aspirasi kesehatan masyarakat.

Selain itu pemerintah Indonesia pun turut memprogramkan kesehatan unggulan yakni :

· Kebijakan kesehatan, pembiayaan kesehatan, dan hukum kesehatan.

· Perbaikan gizi.

· Program pemberantasan penyakit menular dan imunisasi

· Perilaku hidup sehat dan kesehatan mental

· Lingkungan pemukiman, air, dan udara sehat

· Kesehatan keluarga, kesehatan reproduksi, dan program keluarga berencana

· Keselamatan dan kesehatan kerja

· Anti tembakau, alcohol, dan madat

· Pengawasan obat, bahan berbahaya, dan pengawasan makanan dan minuman

· Pencegahan kecelakaan dan keselamatan lalu lintas

Program lingkungan sehat

· Wilayah atau kawasan sehat

· Kesehatan dan keselamatan kerja.

Lingkungan yang dimaksud tidak hanya lingkungan tempat tinggal tapi pemerintah juga telah memperhatikan kesehatan lingkungan kerja. Melihat tingginya angka kecelakaan ataupun kematian akibat kerja menjadi dasar mengapa lingkungan kerja juga harus dijaga kesehatannya. Selaian menjadikannya program kesehatan pemerintah juga telah memberikan sanksi yang jelas pada peruasahaan yang melakukan pelanggaran pada kasus ini.

· Higien dan sanitasi tempat umum.

Mengingat tempat umum merupakan wadah berkumpul orang banyak sehingga tidak salah jika kesehatannya harus terjaga sebab penularan penyakit sering terjadi ditempat-tempat umum.

· Pemukiman, perumahan, dan bangunan sehat.

Ketiga hal ini harus diperhatikan kesehatannya sebab merupakan tempat tingal manusia, dimana manusia paling banyak menghabiskan waktunya di rumah sehingga kesehatan rumah dan lingkungan harus diperhatiakan agar tidak memberikan damapak penyakit pada manusia ataupun makhluk hidup laiannya.

· Penyehatan air

Mengingat air merupakan materi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia maka kebersihan dan kesehatannya harus benar-benar dijaga agar tidak menimbulkan penyakit atau mengganggu kesehatan manusia.

Program upaya kesehatan

· Program pemberantasan penyakit menular dan imunisasi.

· Pencegahan penyakit tidak menular

· Penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Bisa melalui pelayanan kesehatan dasar maupun pelayanan kesehatatan rujukan.

· Pelayanan kesehatan penunjang

· Pembinaan dan pengembangan pengobatan tradisional. Seperti tanaman toga keluarga, desa, kecmatan, kabupaten, dan provinsi.

· Kesehatan reproduksi

· Perbaikan gizi

· Kesehatan mata

· Pengembangan survailans epidemiologi

· Penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan

Program obat, makanan, bahan berbahaya

· Pengamanan bahaya penyalahgunaan dan kesalahgunaan obat, NAPZA, dan bahan-bahan berbahaya lainnya

· Pengamanan dan pengawasan makanan.

· Pengawasan obat dan obat tradisional

· Penggunaan obat tradisional

· Obat esensial

· Pembinaan dan pengembangan obat asli Indonesia

· Pembinaan dan pengembangan industri farmasi

Program sumber daya kesehatan

· Perncanaan, pendayagunaan, serta pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan

· Pengembangan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarkat

· Pengembangan sarana dan perbekalan kesehatan

Upaya kesehatan

Upaya kesehatan diarahkan pada masyarakat retan seperti ibu, bayi, dan anak, masyarakat miskin, masyarakat di daerah konflik, di daerah perbatasan dan di daerah terpencil. Tujuan akhir dari ipaya kesehatan ini adalah menurunnya angaka kamatian bayi, angka kematian ibu, dan angka kematian ibu dan bayi.

Upaya kesehatan terbagi menjadi dua :

  1. Upaya kesehatan perorangan meliputi :

· Promosi kesehatan

· Pengobatan rawat jalan

· Pengobatan rawat inap

· Pembatasan dan pemulihan kecacatan yang ditujukan pada perorangan

· Pengobatan tradisional dan alternative

· Pelayanan kebugaran fisik dan kosmetik

  1. Upaya kesehatan masyarakat meliput :
    • Promosi kesehatan
    • Pemeliharaan kesehatan
    • Pemberantasan penyakit menular
    • Penyehatan lingkungan dan penyediyaan sanitasi dasar
    • Perbaikan gizi masyarakat
    • Pengamanan sedianya farmasi dan alat-alat kesehatan
    • Pengamanan penggunaan zat aditif dalam makanan dan minuman
    • Pengamanan narkotika, psikotropika, zat aditif, dan bahanbahan berbahaya laiannya
    • Penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan

Kesemua program di atas dilaksanakan dengan misi dan strategi yang telah ditetapkan untuk mencapai visi. Program ini kan jalan dengan bantuan sebuah manajemen yakni manajemen kesehatan. Manajemen kesehatan di Indonesia diatur dalam sistem kesehatan nasional (SKN), meliputi sub system pelayanan kesehatan dan sub sistempembiayaan kesehatan.

Madelina Ariani. 23.04.09

Dasar-Dasar Administrasi Kesehatan.

Label:

diposting oleh Unknown @ Rabu, Juli 15, 2009   0 Komentar