Minggu, Agustus 26, 2012

BIMKMI Part IV : Yuuukkk Menulis Ilmiah




Assalamualaikum teman-teman kesehatan masyarakat Indonesia. Apakabar semuanya? Semoga kita senantiasa dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa. Aamiin.
Nahh kali ini kita ketemu lagi nih di notes BIMKMI part IV, gak bosan kan ya dapat kiriman seperti ini terus, gak lah ya….hehe

Oiya, dah makin familiar kan dengan domain berkala ilmiah kita? http://bimkmi.bimkes.orga
Jangan-jangan sudah ada yang kirim tulisan ilmiahnya ke sana malah… #emang iya, sebab dewan redaksi BIMKMI sedang kesibukan nih nerima penyuntingan tulisan ilmiah kalian…

Ehm… Yuuukkksss Menulis Ilmiah… ehm… emang penting?????
Gak usah ditanya lagi deh pentingnya kenapa? Itu sudah jelas pentingnya.

Serius ya…
Keunikan ilmiah dari cerita fiksi adalah semua tulisan ilmiah harus bisa dipertanggungjawabkan. Makanya banyak orang suka nulis fiksi ketimbang ilmiah. Meski demikian kita harus berani donk menulis ilmiah, dimana semua yang kita tulisakan mempunyai “Dasar” dan bisa kita pertanggung jawabkan.
Salah dua keunikan ilmiah terletak pada objektivitas dan kemampuannya untuk dilakukan pengulangan disemua tempat yang berbeda. Objektivitas dijunjung tinggi bagaimana pun keadaannya, bahkan sampai ada pepatah mengatakan, “Seorang peneliti tidak boleh berbohong pada hasil penelitiannya”. Hemmmm…
Kemudian keunikan kedua adalah kemampuannya dilakukan pengulangan atau uji coba kembali dimana pun tempatnya dengan hasil yang sama atau hampir sama. Nah ini gunaya untuk menguji hasil penelitian seseorang.

Lantas kenapa penting menulis ilmiah buat kita?
Kita kan mahasiswa, kita masa nulis ilmiah gak bisa? Atau malah takut? Ehm…
Menulis ilmiah penting sebagai documentasi hasil penelitian kita agar bisa diketahui oleh banyak orang atau siapa saja yang memerlukan dan merasa bermanfaat atas hasil kegiatan ilmiah kita. Misalnya ya, kalian menemukan metode promosi kesehatan yang efektif untuk penyakit TBC. Lantas kalian cuma melakukan trus mengatakan itu berhasil kemudian tidak menuliskannya, parahnya lagi tidak membuat struktur kegiatan secara ilmiah, pertanyaannya? Apakah orang akan percaya dengan metode baru Anda? Tidak bukan!
Nahhh lain halnya jika Anda menuliskannya, melaporkannya, dan mempublikasikannya ke masyarakat luas, tentu mereka akan percaya, terutama setelah melihat rekaman tertulis dari tulisan ilmiah Anda.
Ya singkatnya begitu lah….

Belum lagi, kan semua mahasiswa wajib membuat TUgas Akhir (TA), atau skripsi, atau Karya Tulis Ilmiah (KTI), apa kalian rela hasil kerja keras kalian selama 2 semester hanya berakhir pada setumpuk jilidan skripsi yang disimpan atau diarsipkan di perpustakaan kampus?????????? Sayang bukan! Padahal Anda bisa mengirimkan tulisan ilmiah tersebut pada media-media jurnal profesi. Sudahlah kalau diterbitkan menjadi jurnal, Anda akan mendapatkan penghargaan sekalian nama Anda terkenal sebab kemungkinan nama Anda akan dipakai menjadi sitasi atau rujukan jurnal pada penelitian orang . nahhhhh yo….

Ahahaaa yang terpenting sekarang, Anda tidak bisa lulus kuliah kalau Anda belum mengantongi sertifikat bahwa Anda telah menerbitkan sebuah jurnal ilmiah… #itu yang surat edaran dari dikti itu…
Apakah Anda masih bersikeras untuk tidak mau menulis ilmiah???? Kecuali kalau Anda tetap ingin jadi mahasiswa abadi… he

Ok… kiranya itu dulu ya… kalau ada pertanyaan lebih lanjut bisa hubungi Pemimpin Umum : Isti’anah Surury 083894634262 dan Pemimpin Redaksi :Madelina Ariani 085231013536 atau koment aja di bawah ini… otrayyyyyyy????

Salam sehat
Madelina A.

Label:

diposting oleh Unknown @ Minggu, Agustus 26, 2012  

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda